Senin, 19 Januari 2015

Catur putri sepih peminat wasit kecewa Suasana SD 29 tempat dimana pertandingan catur putri diadakan sabtu/20/14 dari pagi hingga sore sangat sepih penonton, itu dikarenakan minimnya peserta yang mengikuti pertandingan yang mengandalkan otak tersebut. Dari sekian banyak yang mendaftar hanya tujuh peserta putri yang hadir mengikuti dengan rincian empat peserta catur jadwal pagi dan empat peserta catur putri sore, hal ini dikeluhkan suhardi wasit yang membidangi pertandingan catur putri ‘’saya kecewa dengan peserta yang sudah mencabut undi namun tidak datang ketika pertandingan dimulai, jauh-jauh hari ketika technical meeting kami sudah mengingat untuk cabang lomba yang memungkinkan tidak ada pesertanya jangan mencabut undi, tapi masih saja banyak kontingen yang tidak mengindahkan saran panitia, akibatnya kami hanya menunggu peserta yang tidak Nampak batang hidungnya’’ keluh suhardi dengan nada kecewa. sungguh sangat disayangkan perlombaan yang yang masuk dalam kategori pertandingan di pecan olahraga nasional (PON) itu tidak disenangi oleh pemuda, padahal tujuan BKPRMI memasukan cabang lomba catur putrid hanya sebagai wadah untuk mencari bibit baru generasi yang berprestasi di bidang catur putri. Berbedah dengan lomba Nasyid yang berlangsung tadi malam, suasana riuh serta sorak dn tepuk tangan dukungan penonton menandakan keramaian menghiasi lapangan pentas utama, penampilan lomba yang hanya mengandalkan kekompakan nada suara itu silih berganti hingga pukul 11.32 wib. Kegembiraa semakin menjadi-jadi ketika para juri menampilkan keindahan suaranya. Masing-masing terdengar kompak dengan membawa aliran music hiphop. Sesekali penonton memintah juri untuk menampilkan lagi namun karena waktu yang sudah malam terpaksa panitia melanjutkan besok malam. Rema muda. Kegiatan remaja masjid membangun desa (REMA MUDA) ke-XXVIII antar kecamatan sungai ambawang, kuala mandor B serta sebangki berlangsung dari tanggal 18 s/d 25 di parit ganduk desa mega timur berlangsung lancer. Beragam cabang lomba mulai dari kategori lomba jasmani, rohani dan kesenian memukai ribuan pasang mata, mulai dari para remaja, anak-anak bahkan bapak dan para ibu-ibu warga tidak ketinggalan menyaksikan acara. Mereka sangat antusias menyaksikan bermacam lomba yang di backup langsung oleh badan komunikasi pemuda remaja masjid Indonesia itu. Namun, siapa sangka acara meriah tersebut diwarnai kesurupan peserta dari beberapa remaja masjid yang berpartisipasi, tidak kurang belasan peserta diketahui mengalami kesurupan di tempat yang berbeda. Tadi malam misalnya; siti rohana salah satuh peserta remaja masjid nurul muttaqin paarit medan tiba-tiba jatuh tidak berdaya disaat menyaksikan pertandingan badminton. Beruntung, hal tersebut tidak membuat pertandingan terganggu karena pemonton segera melarikan ke kontingennya yang berada tidak jauh dari area pertandingan berlangsung Anehnya, mereka yang kesurupan tiba-tiba terjatuh dan meracai tidak sadarkan diri tampa ada tanda-tanda sebelumnya. kerasukan itu diduga karena mereka kelelahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar